Jumat, 26 Oktober 2012

Penyakit Paru-paru Infiltratif

 Fibrosis Pulmoner Idiopatik 
 Histiositosis X (Langerhans' cell granulomatosis) 
 Hemosiderosis Pulmoner Idiopatik 
 Proteinosis Alveolar Pulmoner (Alveolar Proteinosi... 
 Sarkoidosis (Sarcoidosis) 
 Radang Paru Perokok (Desquamative Interstitial Pne... 

Fibrosis Pulmoner Idiopatik


Fibrosis Pulmoner Idiopatik (Alveolitis Fibrosa, Pneumonia Interstisial Biasa) adalah pembentukan jaringan parut, penebalan dan peradangan pada jaringan paru yang penyebabnya tidak diketahui.

Fibrosis paru dapat disebabkan oleh berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan kelainan sistem kekebalan. Walaupun banyak penyebab yang mungkin, tetapi pada 50% penderita penyebabnya tidak pernah diketahui. Orang-orang ini dikatakan menderita fibrosis paru idiopatik .
Idiopatik berarti penyebabnya tidak diketahui.

Pneumonia Interstisial Deskuamativa merupakan varian dari fibrosis pulmoner idiopatik, dengan gejala-gejala yang sama, tetapi gambaran mikroskopik dari jaringan paru-parunya berbeda.

Pneumonia Interstisial Limfoid merupakan varian yang lain, yang terutama menyerang bagian bawah dari paru-paru. Sekitar sepertiga kasus terjadi pada penderita sindroma Sj?gren.
Pneumonia interstisial limfoid juga dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa yang terkena infeksi HIV.
Pneumonia berkembang perlahan tapi akan membentuk kista dan akan menjadi limfoma.

PENYEBAB
Fibrosis pulmoner idiopatik adalah suatu penyakit pada saluran pernafasan bagian bawah yang menyebabkan menurunnya fungsi alveolar (kantong udara) dan terbatasnya pertukaran oksigen dari udara ke darah.
Di dalam jaringan paru terjadi peradangan dan penimbunan jaringan parut yang luas.

Kerusakan pada jaringan paru terjadi sebagai akibat dari respon peradangan yang penyebabnya tidak diketahui.
Penyakit ini paling sering ditemukan pada usia 50-70 tahun, hampir 75% penderitanya merupakan perokok sigaret.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- sesak nafas setelah melakukan aktivitas, yang berlangsung selama beberapa bulan atau tahun; pada akhirnya sesak juga akan dirasakan pada saat penderita sedang beristirahat
- mudah lelah
- batuk, biasanya tanpa dahak
- nyeri dada (kadang-kadang).

Pada stadium lanjut, sekeliling mulut atau kuku jari tangan penderita tampak kebiruan (sianosis) karena kekurangan oksigen. Bisa ditemukan clubbing fingers (ujung jari tangan membengkak, seperti tabuh genderang/pentungan).

DIAGNOSA
Pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop menunjukkan suara pernafasan ronki kering.

# Pemeriksaan penunjang lainnya: Rontgen dada (bisa menunjukkan jaringan parut dan pembentukan kista di paru-paru, tetapi kadang gambarannya normal, meskipun gejalanya berat)
# CAT scan dada resolusi tinggi
# Tes fungsi paru (menunjukkan penurunan kemampuan paru-paru dalam menahan udara)
# Bronkoskopi disertai biopsi paru transbronkial
# Analisa gas darah (menunjukkan kadar oksigen yang rendah).

PENGOBATAN
Jika foto dada atau biopsi paru-paru menunjukkan jaringan parut yang tidak luas, pengobatan yang diberikan biasanya adalah corticosteroid (misalnya prednisone). Respon terhadap pengobatan kemudian dinilai melalui foto dada dan tes fungsi paru-paru.
Kepada penderita yang tidak memberikan respon terhadap prednisone, bisa diberikan azathioprine atau cyclophosphamide.

Akhir-akhir ini, pemakaian interferon-gamma-1B telah memberikan hasil yang menjanjikan, tetapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan bahwa obat ini memang menguntungkan.

Pengobatan lain ditujukan untuk meredakan gejala-gejala, yaitu:
- Terapi oksigen untuk meningkatkan kadar oksigen darah yang rendah
- Antibiotik untuk infeksi
- Obat-obatan untuk mengatasi gagal jantung.

Kadang perlu dilakukan pencangkokan paru-paru.

Pneumonia interstisial deskuamativa memberikan respon yang lebih baik terhadap terapi corticosteroid dan angka harapan hidupnya lebih besar, angka kematian lebih kecil.
Pneumonia interstisial limfoid kadang bisa diatasi dengan corticosteroid.

Beberapa penderita menunjukkan perbaikan terhadap pemberian kortikosteroid maupun obat sitotoksik, tetapi sebagian besar penderita mengalami penyakit yang berat meskipun telah dilakukan pengobatan.
Rata-rata penderita bisa bertahan selama 5-6 tahun.
 
 

Histiositosis X (Langerhans' cell granulomatosis)


Histiositosis X (Langerhans' cell granulomatosis)adalah sekelompok kelainan (Penyakit Letterer-Siwe, Penyakit Hand-Sch?ller-Christian & Granuloma Eosinofilik) dimana sel-sel pembersih yang disebut histiosit dan sel sistem kekebalan lainnya yang disebut eosinofil, berkembangbiak secara abnormal, terutama di tulang dan paru-paru dan seringkali menyebabkan terbentuknya jaringan parut.

Penyakit Letterer-Siwe dimulai sebelum usia 3 tahun dan bila tidak diobati biasanya akan berakibat fatal.
Kerusakan histiosit tidak hanya terjadi di paru-paru tetapi juga pada kulit, kelenjar getah bening, tulang, hati dan limpa. Bisa terjadi (pneumotoraks).

Penyakit Hand-Sch?ller-Christian biasanya dimulai lebih awal pada masa kanak-kanak, tetapi bisa juga muncul pada usia pertengahan.
Paru-paru dan tulang adalah organ yang sering terkena. Yang lebih jarang terkena adalah kelenjar hipofisa, yang bisa menyebabkan penonjolan mata (eksoftalmos) dan diabetes insipidus (pengeluaran air kemih dalam jumlah banyak, beser) sehingga bisa terjadi dehidrasi.

Granuloma Eosinofilik cenderung terjadi antara usia 20-40 tahun.
Biasanya mengenai tulang, tetapi pada 20% penderita juga mengenai paru-paru, kadang-kadang bahkan hanya paru-paru yang terkena.
Jika mengenai paru-paru, gejala dapat berupa batuk, sesak nafas, demam, penurunan berat badan, tapi beberapa penderita tidak menunjukkan gejala.
Komplikasi yang paling sering terjadi adalah pneumotoraks.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

GEJALA
Gejala umum yang biasa ditemukan pada penderita dewasa:
- batuk
- sesak nafas
- nyeri dada
- demam
- penurunan berat badan
- merasa tidak enak badan
- pembentukan air kemih meningkat
- banyak minum/sering merasa haus
- nyeri tulang.

Gejala yang biasa ditemukan pada anak-anak:
- gagal berkembang
- penurunan berat badan
- rewel
- demam
- dermatitis seboroik di kulit kepala
- nyeri perut
- sakit kuning
- muntah
- sering merasa haus
- sering berkemih
- bertubuh pendek
- masa puber tertunda
- kemunduran mental
- sakit kepala
- pusing
- kejang
- bola mata menonjol
- pembengkakan kelenjar getah bening
- ruam yang menyeluruh (peteki atau purpura)
- nyeri tulang (bisa ada atau tidak).

DIAGNOSA
# Pemeriksaan yang dilakukan pada penderita dewasa: Rontgen dada
# Bronkoskopi disertai biopsi (pada histiosit akan tampak badan X)
# Tes fungsi paru.

Pada penderita anak-anak dilakukan pemeriksaan berikut:
# Rontgen tulang
# Rontgen seluruh kerangka tubuh untuk menilai beratnya kerusakan tulang
# Biopsi tulang untuk melihat adanya sel Langerhans
# Biopsi kulit untuk melihat adanya sel Langerhans
# Biopsi sumsum tulang
# Hitung jenis darah.

PENGOBATAN
Ketiga kelainan diatas dapat diobati dengan corticosteroid dan obat-obat sitotoksik, seperti cyclophosphamide.
Penderita Hand-Sch?ller-Christian atau granuloma eosinofilik bisa sembuh spontan.

Terapi untuk tulang, sama dengan pengobatan untuk tumor tulang (terapi penyinaran atau pembedahan).

Terapi suportif diberikan untuk mengatasi berbagai efek samping dari penyakit ini, yaitu berupa:
- pemberian antibiotik
- pemasangan respirator untuk membantu fungsi pernafasan
- terapi fisik
- shampo yang mengandung selenium
- terapi sulih hormon.

Kematian biasanya terjadi karena gagal pernafasan atau gagal jantung.
 
 

Hemosiderosis Pulmoner Idiopatik


Hemosiderosis Pulmoner Idiopatik (adanya zat besi di dalam paru-paru) adalah penyakit yang jarang terjadi tetapi sering berakibat fatal, dimana darah dari kapiler masuk ke dalam paru-paru.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.
Penyakit ini terutama menyerang anak-anak, tapi juga dapat mengenai orang dewasa.

Sebagian darah yang masuk ke paru-paru akan dibersihkan oleh sel pembersih di dalam paru-paru. Hasil penguraian darah akan mengiritasi paru-paru sehingga terbentuk jaringan parut.

GEJALA
Gejala utama adalah batuk darah (hemoptisis). Frekuensi dan beratnya tergantung kepada seberapa sering kapiler bocor dan darahnya masuk ke dalam paru-paru.
Setelah paru-paru menjadi jaringan parut, timbullah sesak nafas.

Kehilangan banyak darah bisa memicu terjadinya anemia, sedangkan perdarahan yang hebat akan menyebabkan kematian.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.

PENGOBATAN
Corticosteroid dan obat sitotoksik seperti azathioprine diberikan untuk membantu mengurangi peradangan.

Jika terjadi kehilangan banyak darah, mungkin perlu dilakukan transfusi.
Untuk mengatasi rendahnya kadar oksigen dalam darah, diberikan terapi oksigen.
 
 

Proteinosis Alveolar Pulmoner (Alveolar Proteinosis)


Proteinosis Alveolar Pulmoner (Alveolar Proteinosis) adalah penyakit yang jarang terjadi, dimana alveoli (kantong udara di paru-paru) tersumbat oleh cairan yang kaya akan protein.

PENYEBAB
Pada beberapa kasus, penyebabnya tidak diketahui.
Pada kasus lainnya, penyakit ini berhubungan dengan infeksi atau gangguan sistem kekebalan.

Paling sering ditemukan pada usia 30-50 tahun dan lebih sering menyerang pria.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- batuk
- penurunan berat badan
- lelah
- sesak nafas
- demam.
Bisa juga tanpa gejala.

DIAGNOSA
Pada pemeriksaan dengan stetoskop, terdengar ronki.
Pemeriksaan fisik seringkali memberikan hasil yang normal.

# Pemeriksaan penunjang: Rontgen dada (bisa menunjukkan bayangan padat/tebal yang menyerupai edema paru
# Analisa gas darah arteri (menunjukkan rendahnya kadar oksigen)
# Tes fungsi paru (menunjukkan adanya penyakit paru restriktif dan difusi yang abnormal)
# CT scan dada resolusi tinggi (bisa menunjukkan adanya infiltrasi padat di kedua paru)
# Bronkoskopi disertai lavase (pembilasan paru dengan larutan garam), menunjukkan adanya cairan yang menyerupai susu

PENGOBATAN
Penderita dengan gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali, tidak memerlukan pengobatan.

Bila terdapat gejala, dilakukan pembilasan paru secara periodik untuk membuang protein dari dalam paru-paru.
Kadang-kadang hanya sebagian kecil paru-paru yang perlu dicuci. Tetapi jika gejalanya berat dan kadar oksigen darahnya rendah, penderita dibius total sehingga keseluruhan paru-paru dapat dibersihkan.
3-5 hari kemudian, sisi paru-paru yang lainnya dibersihkan, juga dengan pembiusan total.

Untuk sebagian penderita, pencucian cukup dilakukan 1(satu) kali, tetapi penderita lainnya perlu menjalani lavase setiap 6-12 bulan sekali selama bertahun-tahun.

Kegunaan obat lain seperti kalium yodida dan enzim-enzim yang memecah protein masih belum jelas.
Kortikosteroid tidak efektif dan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.
Bila perlu, bisa dilakukan pencangkokan paru.


PROGNOSIS

Penderita proteinosis alveolar pulmoner sering mengalami sesak nafas yang tidak menentu. Tetapi penyakit ini jarang menyebabkan kematian, selama pencucian paru-paru dilakukan secara teratur.

Pada beberapa kasus terjadi pemulihan spontan dan pada penderita lainnya terjadi kegagalan pernafasan yang progresif.
 

Sarkoidosis (Sarcoidosis)


Sarkoidosis (Sarcoidosis) adalah suatu penyakit peradangan yang ditandai dengan terbentuknya granuloma pada kelenjar getah bening, paru-paru, hati, mata, kulit dan jaringan lainnya.
Granuloma merupakan sekumpulan makrofag, limfosit dan sel-sel raksasa berinti banyak. Granuloma ini pada akhirnya akan menghilang total atau berkembang menjadi jaringan parut.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.
Kemungkinan penyebabnya adalah suatu respon hipersensitivitas, keturunan, infeksi maupun bahan kimia.
Biasanya muncul pada usia 30-50 tahun dan sangat jarang ditemukan pada anak-anak.

GEJALA
Banyak penderita yang tidak menunjukkan gejala dan penyakitnya ditemukan pada saat menjalani pemeriksaan foto dada untuk keperluan lain.
Jarang sampai terjadi gejala yang serus.

Gejala sarkoidosis bervariasi tergantung dari lokasi dan luasnya penyakit:
- merasa tidak enak badan
- demam
- sesak nafas
- batuk
- luka di kulit
- ruam kulit
- sakit kepala
- gangguan penglihatan
- perubahan neurologis
- pembesaran kelenjar getah bening (benjolan di ketiak)
- pembesaran hati
- pembesaran limpa
- mulut kering
- lelah
- penurunan berat badan.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- pembentukan air mata berkurang
- kejang
- perdarahan hidung
- kekakuan persendian
- rambut rontok
- mata terasa pedih, gatal dan belekan

Sarkoidosis menghasilkan peradangan di paru-paru yang akhirnya akan berkembang menjadi jaringan parut dan kista, yang akan menyebabkan batuk dan sesak nafas.

Pada 15% penderita, penyakit ini menyerang mata.
Uveitis (peradangan pada struktur internal mata tertentu) menimbulkan kemerahan pada mata, nyeri dan mempengaruhi penglihatan.
Peradangan yang menetap untuk waktu yang lama, akan menyumbat aliran cairan untuk mata dan menyebabkan glaukoma, yang dapat menyebabkan kebutaan.
Granuloma bisa terbentuk di konjungtiva (selaput bola mata dan kelopak mata). Granuloma ini sering tidak menyebabkan gejala.

Granuloma yang terbentuk di jantung mungkin akan menyebabkan angina atau gagal jantung.
Granuloma yang terbentuk di dekat sistem konduksi jantung dapat memicu terjadinya gangguan irama jantung.

DIAGNOSA
# Pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis sarkoidosis: Hitung jenis darah
# Tes fungsi paru (bila di paru-paru terbentuk jaringan parut, maka hasilnya akan menunjukkan bahwa jumlah udara yang dapat ditahan paru-paru berada di bawah normal)
# Kadar enzim ACE (pada banyak penderita, kadar enzim pengubah angiotensin dalam darah adalah tinggi)
# Rontgen dada untuk mencari adanya pembesaran kelenjar getah bening
# Biopsi kelenjar getah bening
# Biopsi luka di kulit
# Bronkoskopi
# Biopsi paru terbuka
# Biopsi hati
# Biopsi ginjal
# EKG untuk mencari kelainan jantung.
# Tes kulit tuberkulin (tuberkulosis dapat menyebabkan banyak perubahan yang mirip dengan sarkoidosis, karena itu dilakukan tes kulit tuberkulin untuk memastikan bahwa penyakitnya bukan tuberkulosis)
# Skening galium (kadang dilakukan jika diagnosis masih meragukan, karena skening galium akan menunjukkan pola yang abnormal pada paru-paru atau kelenjar getah bening penderita)
# Enzim hati (jika hati juga terkena, maka kadar enzim hati, terutama alkalin fosfatase mungkin meningkat).

PENGOBATAN
Gejala sarkoidosis seringkali secara perlahan akan menghilang dengan sendirinya, sehingga tidak perlu dilakukan pengobatan.
Untuk menekan gejala yang berat seperti sesak nafas, nyeri sendi dan demam, diberikan corticosteroid.
Corticosteroid juga diberikan jika:
- hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kalsium darah yang tinggi
- mengenai jantung, hati atau susunan saraf
- sarkoidosis menyebabkan lesi kulit atau penyakit mata yang tidak sembuh dengan tetes mata corticosteroid
- penyakit paru-paru bertambah buruk.
Pemakaian corticosteroid dilanjutkan selama 1-2 tahun. Obat lainnya yang kadang digunakan sebagai tambahan terhadap corticosteroid adalah obat immunosupresan, seperti methotrexat, azathioprine dan cyclophosphamide.

Keberhasilan pengobatan dinilai melalui hasil pemeriksaan foto dada, tes fungsi paru dan pengukuran kalsium dan enzim ACE dalam darah. Tes ini dilakukan berulang untuk mengetahui adanya kekambuhan setelah pengobatan dihentikan.

Pada kegagalan organ yang tidak dapat diperbaiki, kadang perlu dilakukan pencangkokan organ.


PROGNOSIS

Banyak penderita yang tidak mengalami penyakit yang serius dan penyakitnya bisa menghilang tanpa pengobatan.
30-50% kasus mengalami pemulihan spontan dalam waktu 3 tahun.

Lebih dari 60% penderita tidak menunjukkan gejala setelah 9 tahun. Bahkan pembesaran kelenjar getah bening di dada dan peradangan paru-paru yang luas bisa hilang dalam beberapa bulan atau tahun.
Lebih dari 75% penderita yang mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, dan lebih dari 50% penderita yang paru-parunya terlibat, sembuh dalam waktu 5 tahun.

Penderita sarkodosis, yang masih terbatas di dada, lebih baik daripada mereka yang juga mempunyai sarkoidosis di tempat lain.
Penderita dengan pembesaran kelenjar getah bening di dada tapi tidak menunjukkan adanya penyakit paru-paru mempunyai prognosis yang sangat baik.
Mereka yang penyakitnya dimulai dengan eritema nodosum mempunyai prognosis yang terbaik.

Sekitar 50% yang pernah menderita sarkoidosis akan mengalami kekambuhan.
10% penderita mengalami kecacatan yang serius karena kerusakan pada mata, sistem pernafasan atau organ lainnya.
Adanya jaringan parut pada paru-paru memicu terjadinya gagal pernafasan yang merupakan penyebab utama kematian.
 
 

Radang Paru Perokok (Desquamative Interstitial Pneumonia)

Desquamative interstitial pneumonia adalah peradangan paru-paru kronis yang terjadi pada perokok atau mantan perokok.

PENYEBAB

Meskipun kata ‘pneumonia’ digunakan, tidak terdapat bukti bahwa infeksi menyebabkan peradangan pada Desquamative interstitial pneumonia.

GEJALA

Kondisi ini mempengaruhi perokok di usia 30 da 40-an, dengan kebanyakan orang menyebabkan sesak nafas bahkan dengan sedikit gerakan.

DIAGNOSA

Diagnosa Desquamative interstitial pneumonia dengan X-ray dada menunjukkan sedikit perubahan hebat daripada di idiopathic paru-paru fibrosis dan mungkin tidak memperlihatkan perubahan hingga 10% dari penderita. Tes fungsi paru-paru menunjukkan kemunduran pada banyaknya udara yanga ada di paru-paru di akhir usaha orang yang paling kuat untuk menarik nafas (maksimal inspirasi). Jumlah oksigen di sampel darah rendah.

Biopsy paru-paru seringkali diperlukan untuk memastikan diagnosa dan biasanya memperlihatkan pola khusus pada penyebaran dan peradangan paru-paru seragam. Fitur yang paling membentuk adalah kehadiran jumlah macrophages (sel yang membersihkan alveoli pada partikel dan bakteri yang terhisap) di dalam kebanyakan saluran pernafasan terkecil (bronchioles) dan alveoli.

PENGOBATAN

Sekitar 70% orang yang mengalami desquamative interstitial pneumonia bertahan hidup untuk 10 tahun atau lebih, reaksi tersebut bahkan lebih baik ketika orang tersebut berhenti merokok dan menjalani pengobatan Desquamative interstitial pneumonia dengan menggunakan kortikosteroid.  


 

Pneumonia



 Pneumonia (radang paru) 
 Pneumonia Stafilokokus 
 Pneumonia Bakteri Gram Negatif 
 Pneumonia Karena Hemophilus influenzae 
 Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontia... 
 Pneumonia Atipik (Walking pneumonia) 
 Psittakosis (Demam Burung Beo) 
 Pneumonia Virus 
 Pneumonia Jamur 
 Pneumonia Pneumokistik (Pneumokistosis) 
 Pneumonia Aspirasi (Aspiration pneumonia) 
 Pneumonia Pneumokokus 

Pneumonia (radang paru)


Pneumonia adalah peradangan paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus maupun jamur.

PENYEBAB
Penyebab pneumonia adalah:

1. Bakteri (paling sering menyebabkan pneumonia pada dewasa):
- Streptococcus pneumoniae
- Staphylococcus aureus
- Legionella
- Hemophilus influenzae
2. Virus: virus influenza, chicken-pox (cacar air)
3. Organisme mirip bakteri: Mycoplasma pneumoniae (terutama pada anak-anak dan dewasa muda)
4. Jamur tertentu.

Adapun cara mikroorganisme itu sampai ke paru-paru bisa melalui:
- Inhalasi (penghirupan) mikroorganisme dari udara yang tercemar
- Aliran darah, dari infeksi di organ tubuh yang lain
- Migrasi (perpindahan) organisme langsung dari infeksi di dekat paru-paru.

Beberapa orang yang rentan (mudah terkena) pneumonia adalah:

1. Peminum alkohol
2. Perokok
3. Penderita diabetes
4. Penderita gagal jantung
5. Penderita penyakit paru obstruktif menahun
6. Gangguan sistem kekebalan karena obat tertentu (penderita kanker, penerima organ cangkokan)
7. Gangguan sistem kekebalan karena penyakit (penderita AIDS).

Pneumonia juga bisa terjadi setelah pembedahan (terutama pembedahan perut) atau cedera (terutama cedera dada), sebagai akibat dari dangkalnya pernafasan, gangguan terhadap kemampuan batuk dan lendir yang tertahan.
Yang sering menjadi penyebabnya adalah Staphylococcus aureus, pneumokokus, Hemophilus influenzae atau kombinasi ketiganya.

Pneumonia pada orang dewasa paling sering disebabkan oleh bakteri, yang tersering yaitu bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumococcus).
Pneumonia pada anak-anak paling sering disebabkan oleh virus pernafasan, dan puncaknya terjadi pada umur 2-3 tahun. Pada usia sekolah, pneumonia paling sering disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae.

Pneumonia dikelompokkan berdasarkan sejumlah sistem yang berlainan. Salah satu diantaranya adalah berdasarkan cara diperolehnya, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu "community-acquired" (diperoleh diluar institusi kesehatan) dan "hospital-acquired" (diperoleh di rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya).
Pneumonia yang didapat diluar institusi kesehatan paling sering disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae.
Pneumonia yang didapat di rumah sakit cenderung bersifat lebih serius karena pada saat menjalani perawatan di rumah sakit, sistem pertahanan tubuh penderita untuk melawan infeksi seringkali terganggu. Selain itu, kemungkinannya terjadinya infeksi oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik adalah lebih besar.

GEJALA
Gejala-gejala yang biasa ditemukan adalah:
- batuk berdahak (dahaknya seperti lendir, kehijauan atau seperti nanah)
- nyeri dada (bisa tajam atau tumpul dan bertambah hebat jika penderita menarik nafas dalam atau terbatuk)
- menggigil
- demam
- mudah merasa lelah
- sesak nafas
- sakit kepala
- nafsu makan berkurang
- mual dan muntah
- merasa tidak enak badan
- kekakuan sendi
- kekakuan otot.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- kulit lembab
- batuk darah
- pernafasan yang cepat
- cemas, stres, tegang
- nyeri perut.

DIAGNOSA
Pada pemeriksaan dada dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar suara ronki.
# Pemeriksaan penunjang: Rontgen dada
# Pembiakan dahak
# Hitung jenis darah
# Gas darah arteri.

PENGOBATAN
Kepada penderita yang penyakitnya tidak terlalu berat, bisa diberikan antibiotik per-oral (lewat mulut) dan tetap tinggal di rumah.

Penderita yang lebih tua dan penderita dengan sesak nafas atau dengan penyakit jantung atau paru-paru lainnya, harus dirawat dan antibiotik diberikan melalui infus. Mungkin perlu diberikan oksigen tambahan, cairan intravena dan alat bantu nafas mekanik.

Kebanyakan penderita akan memberikan respon terhadap pengobatan dan keadaannya membaik dalam waktu 2 minggu.

PENCEGAHAN
Untuk orang-orang yang rentan terhadap pneumonia, latihan bernafas dalam dan terapi untuk membuang dahak, bisa membantu mencegah terjadinya pneumonia.

# Vaksinasi bisa membantu mencegah beberapa jenis pneumonia pada anak-anak dan orang dewasa yang beresiko tinggi: Vaksin pneumokokus (untuk mencegah pneumonia karena Streptococcus pneumoniae)
# Vaksin flu
# Vaksin Hib (untuk mencegah pneumonia karena Haemophilus influenzae type b)


Pneumonia Stafilokokus


Pneumonia Stafilokokus adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus.

Pneumonia jenis ini cenderung terjadi pada orang yang sangat muda, sangat tua dan orang yang sudah lemah karena mengalami penyakit lain. Juga cenderung terjadi pada peminum alkohol.
Angka kematian akibat pneumonia stafilokokus adalah sebesar 15-40%, karena penderita pneumonia stafilokokus biasanya sudah memiliki penyakit yang serius.

PENYEBAB
Staphylococcus aureus.
Staphylococcus aureus hanya menyebabkan pneumonia sebanyak 2% dari kasus yang didapat di luar rumah sakit, tetapi menyebabkan 10-15% dari kasus yang didapat di lingkungan rumah sakit ketika sedang dirawat untuk penyakit lain.

GEJALA
Stafilokokus menyebabkan gejala-gejala pneumonia yang khas, yaitu demam dan menggigil lebih lama daripada pneumonia pneumokok.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- batuk berdahak (dahaknya bisa menyerupai lendir, berwarna kehijauan atau menyerupai nanah)
- lelah
- nyeri dada (sifatnya tajam dan semakin memburuk jika penderita menarik nafas dalam atau batuk)
- sakit kepala
- nafsu makan berkurang
- mual dan muntah
- merasa tidak enak badan
- sesak nafas
- berkeringat banyak.

Stapfilokokus bisa menyebabkan abses (pengumpulan nanah) di paru-paru dan kista paru yang mengandung udara (pneumatokel), terutama pada anak-anak.

Bakteri bisa terbawa oleh aliran darah dan membentuk abses di tempat lain.
Yang sering terjadi adalah pengumpulan nanah di ruang pleura (empiema).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik (pada pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop akan terdengar bunyi pernafasan yang abnormal.
# Pemeriksaan lainnya yang biasa dilkukan: Rontgen dada
# Biakan dahak
# Pemeriksaan darah.

PENGOBATAN
Pengobatan terdiri dari pemberian antibiotik.
Jika terjadi empiema, maka nanahnya bisa dikeluarkan dengan bantuan sebuah jarum atau selang.


Pneumonia Bakteri Gram Negatif


Pneumonia Bakteri Gram Negatif adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri gram negatif.

Bakteri digolongkan sebagai gram positif dan gram negatif berdasarkan pewarnaan pada sediaan mikroskop.
Kebanyakan kasus pneumonia disebabkan oleh pneumokokus dan stafilokokus yang merupakan bakteri gram positif.
Bakteri gram negatif seperti Klebsiella dan Pseudomonas, menyebabkan pneumonia yang cenderung berat.

Bakteri gram negatif jarang menginfeksi paru-paru dewasa sehat. Bakteri ini paling sering menyerang anak-anak, orang tua, peminum alkohol dan penderita penyakit menahun (terutama penderita gangguan sistem kekebalan tubuh).

Infeksi oleh bakteri gram negatif sering didapat di rumah sakit dan rumah perawatan.

PENYEBAB
Bakteri gram negatif Klebsiella dan Pseudomonas.

GEJALA
Bakteri gram negatif bisa dengan cepat merusak jaringan paru-paru, sehinggga pneumonia gram negatif cenderung cepat menjadi berat.

Gejalanya berupa:
- demam
- batuk berdahak (dahaknya bisa kental, berwarna merah dan bentuknya seperti agar-agar)
- sesak nafas.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan dahak.

PENGOBATAN
Diberikan antibiotik, oksigen tambahan dan cairan infus.
Kadang-kadang penderita harus menggunakan ventilator.

Walaupun telah diberikan pengobatan yang baik, kematian terjadi pada sekitar 25-50% penderita pneumonia gram negatif.


Pneumonia Karena Hemophilus influenzae

Pneumonia Karena Hemophilus influenzae adalah peradangan paru-paru akibat Hemophilus influenzae.

Hemophilus influenzae adalah bakteri, bukan virus influenza yang menyebabkan flu.
Hemophilus influenzae jenis b adalah jenis yang paling mematikan dan menyebabkan penyakit yang serius, (termasuk meningitis, epiglottitis dan pneumonia), biasanya pada anak berumur kurang dari 6 tahun.

Setelah secara luas digunakan vaksin Hemophillus influenzae tipe b, maka penyakit berat yang disebabkan oleh bakteri ini jarang terjadi.
Peumonia sering terjadi pada orang Amerika asli, Eskimo, kulit hitam, penderita anemia sel sabit dan penderita gangguan sistem kekebalan.

PENYEBAB
Bakteri Hemophilus influenzae.

GEJALA
Tanda-tanda adanya infeksi adalah bersin dan hidung meler, yang diikuti dengan gejala khas pneumonia seperti demam, batuk berdahak dan sesak nafas.

Sering terjadi pengumpulan cairan di ruang pleura (efusi pleura).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan laboratorium (biakan dahak).

PENGOBATAN
Untuk mengobati pneumonia Hemophilus influenzae tipe b digunakan antibiotik.

PENCEGAHAN
Vaksinasi untuk Hemophilus influenzae tipe b, dianjurkan untuk diberikan kepada anak-anak.
Vaksin diberikan dalam 3 dosis, yaitu pada usia 2, 4 dan 6 bulan


Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontiac fever)

Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontiac fever)adalah suatu infeksi saluran pernafasan akut yang disebabkan oleh bakteri Legionella pneumophilia dan spesies lainnya dari Legionella; yang bisa menyebabkan serangkaian penyakit, mulai dari batuk ringan dan demam sampai pneumonia.

Penyakit ini merupakan 1-8% dari semua kasus pneumonia dan sekitar 4% dari pneumonia berat yang didapat di rumah sakit.
Penyakit ini cenderung terjadi pada akhir musim panas dan awal musim gugur.

PENYEBAB
Penyebabnya adalah bakteri Legionella pneumophilla dan spesies lainnya dari Legionella.
Bakteri ini ditemukan di dalam sistem pengaliran air dan bisa bertahan di dalam sistem penyejuk udara yang hangat dan lembab di gedung-gedung perkantoran, termasuk rumah sakit. Karena itu jika organisme ini menyebar melalui sistem penyejuk udara di hotel atau rumah sakit, maka bisa terjadi wabah yang luas.

Mulai dari timbulnya gejala, keadaan akan semakin memburuk pada 4-6 hari pertama, dan 4-5 hari kemudian mulai membaik.
Kebanyakan infeksi menyerang usia pertengahan atau usia lanjut, meskipun juga bisa menerang anak-anak. Pada anak-anak, penyakit ini biasanya tidak terlalu berat.

# Faktor resiko terjadinya penyakit Legionnaire: Merokok sigarret
# Penyakit tertentu (misalnya gagal ginjal, kanker, diabetes atau penyakit paru obstruktif menahun)
# Penderita gangguan sistem kekebalan akibat kemoterapi, kortikosteroid atau penyakit (misalnya kanker dan leukemia)
# Alkoholik
# Usia pertengahan atau usia lanjut

Bakteri Legionella pneumophila

GEJALA
Gejalanya berupa:
- Sakit dan kaku otot
- Nyeri persendian
- Tidak bertenaga
- Merasa tidak enak badan
- Sakit kepala
- Demam
- Menggigil
- Batuk kering
- Batuk darah
- Sesak nafas
- Nyeri dada
- Diare
- Ataksia (gangguan koordinasi).

DIAGNOSA
# Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan berikut: Pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop akan terdengar suara ronki halus
# Pemeriksaan dahak dengan pewarnaan DFA (direct fluorescent antibody) menunjukkan adanya Legionella
# Biakan bakteri dari saluran pernafasan
# Tes urin antigen menunjukkan hasil positif
# Rontgen dada menunjukkan adanya pneumonia
# Analisa gas darah arteri menunjukkan rendahnya konsentrasi oksigen
# Hitung jenis darah menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel darah putih
# Laju endap darah meningkat
# Natrium serum rendah.

PENGOBATAN
Erythromycin merupakan antibiotik terpilih untuk mengobati penyakit Legionnaire.
Pada kasus yang tidak terlalu berat, dapat diberikan per-oral (melalui mulut); jika tidak memungkinkan, bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).

Jika terjadi gangguan pernafasan yang sangat berat, maka sebaiknya penderita dirawat di rumah sakit guna mendapatkan cairan dan elektrolit serta oksigen tambahan (baik melalui sungkup muka maupun melalui ventilator mekanik).

Sebagian besar penderita yang diobati dengan erythomycin akan menunjukkan perbaikan, tetapi proses penyembuhannya memerlukan waktu yang lama.
Angka kematian adalah sekitar 20%. Angka kematian yang lebih tinggi ditemukan pada mereka yang mendapatkan penyakit ini di rumah sakit atau pada penderita gangguan sistem kekebalan.


Pneumonia Atipik (Walking pneumonia)


Pneumonia Atipik (Walking pneumonia) adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh organisme selain bakteri, virus atau jamur; yang paling sering adalah Legionnale pneumophila, Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia pneumoniae.

Biasanya pneumonia atipik merupakan bentuk pneumonia yang lebih ringan, kecuali jika penyebabnya adalah Legionnale (dimana penyakitnya bisa cukup berat dengan angka kematian yang tinggi).

Wabah penyakit ini terjadi terutama pada kelompok yang terbatas seperti murid sekolah, anggota militer dan keluarga.
Wabah cenderung menyebar secara perlahan karena masa inkubasinya berlangsung antara 10-14 hari.
Pneumonia atipik lebih banyak ditemukan pada musim semi.

PENYEBAB
Organisme serupa bakteri, yaitu mikoplasma dan klamidia.
Pneumonia atipik yang disebabkan oleh mikoplasma dan klamidia biasanya menyebabkan bentuk pneumonia yang lebih ringan dan ditandai dengan perjalanan penyakit yang lebih berlarut-larut (berkepanjangan).

Pneumonia mikoplasma seringkali menyerang usia muda dan bisa menimbulkan gejala diluar paru-paru (misalnya anemia dan ruam kulit) serta sindroma neurologis (misalnya meningitis, mielitis dan ensefalitis).
Bentuk pneumonia mikoplasma yang erat telah ditemukan pada semua kelompok umur.

Pneumonia klamidia terjadi di sepanjang tahun dan merupakan 5-15% dari seluruh kasus pneumonia.
Biasanya penyakitnya ringan, dengan angka kematian yang rendah.

# Faktor resiko terjadinya pneumonia atipik: Lanjut usia
# Perokok
# Penderita penyakit menahun
# Penderita gangguan sistem kekebalan.

GEJALA
Gejalanya bisa berupa:
- Menggigil
- Demam
- Batuk (bisa kering atau berdahak)
- Sakit kepala
- Otot terasa sakit dan kaku
- Pernafasan cepat
- Sesak nafas
- Nafsu makan berkurang
- Merasa tidak enak badan
- Ruam (terutama jika penyebabnya adalah mikoplasma)
- Diare (terutama jika penyebabnya adalah legionella).

DIAGNOSA
# Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan berikut: Pemeriksaan fisik secara menyeluruh
# Rontgen dada (untuk membedakan pneumonia dari bronkitis akut maupun infeksi pernafasan lainnya)
# Pemeriksaan darah lengkap
# Pembiadakan darah dan dahak
# Pemeriksaan air kemih untuk antigen legionella
# Pemeriksaan apus tenggorokan untuk mikoplasma dan klimidia.

PENGOBATAN
Pengobatan yang utama adalah pemberian antibiotik.
Pada kasus yang ringan, diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) dan penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit.
Pada kasus yang berat (terutama jika disebabkan oleh legionella), antibiotik mungkin perlu diberikan melalui infus dan penderita mungkin perlu mendapatkan oksigen tambahan sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

# Antibiotik yang biasa digunakan adalah: Eritromisin
# Azithromycin
# Clarithromycin
# Flouroquinolone dan turunannya (misalnya levofloxacin)
# Tetracycline (misalnya doxycycline).


PROGNOSIS

Jika penyebabnya mikoplasma atau klamidia, maka kebanyakan penderita akan memberikan respon yang baik terhadap pemberian antibiotik, meskipun terdapat kemungkinan kecil terjadinya kekambuhan jika antibiotik diberikan dalam waktu yang sangat pendek (kurang dari 2 minggu).

Jika penyebabnya adalah legionella, akan terjadi penyakit yang berat, terutama pada usia lanjut dan penderita penyakit menahun serta penderita gangguan sistem kekebalan. Ditemukan angka kematian yang cukup tinggi.


Psittakosis (Demam Burung Beo)

Psitakosis (Demam Burung Beo) adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia psittaci, yang ditularkan kepada manusia oleh burung serta menyebabkan gejala sistemik (seluruh tubuh) dan pneumonia.

PENYEBAB
Bakteri Chlamydia psittaci, yang banyak ditemukan pada burung beo, betet dan burung merpati; juga pada burung dara, kutilang, ayam dan kalkun.

Biasanya seseorang terinfeksi karena menghirup debu dari bulu atau kotoran burung yang terinfeksi. Organisme ini juga bisa ditularkan melalui gigitan burung yang terinfeksi atau melalui percikan ludah penderita.

# Resiko terjadinya penyakit ini ditemukan pada: Orang yang memelihara burung
# Pegawai toko hewan
# Pekerja di tempat pengolahan unggas
# Dokter hewan.

GEJALA
Berat ringannya penyakit tergantung kepada usia penderita dan luasnya jaringan paru-paru yang terkena.
Gejalanya berupa:
- Demam dan menggigil
- Nyeri otot
- Sakit kepala
- Lelah
- Batuk kering
- Sesak nafas
- Dahak berdarah.

DIAGNOSA
Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, terdengar ronki dan penurunan suara pernafasan.

# Pemeriksaan yang biasa dilakukan: Rontgen dada
# CT scan dada
# Analisa gas darah (penurunan saturasi oksigen)
# Pembiakan dahak
# Pembiakan darah
# Titer antibodi.

PENGOBATAN
Antibiotik diberikan minimal selama 10 hari. Penyembuhan mungkin akan memerlukan waktu yang lama, terutama jika kasusnya berat.
Pada kasus berat yang tidak diobati, tingkat kematian dapat mencapai 30%.

# Antibiotik yang biasa diberikan adalah: Tetracycline
# Doxycyline
# Erythromycin
# Azithromycin.
Tetracycline per-oral (melalui mulut) biasanya tidak diberikan kepada anak-anak yang gigi permanennya belum tumbuh karena bisa menyebabkan perubahan warna pada gigi yang sedang tumbuh.

PENCEGAHAN
Peternak burung dan pemilik burung dapat melindungi dirinya dengan menghindari debu dari bulu dan sangkar burung yang sakit.

Importir burung diharuskan untuk mengobati burung yang sakit dengan tetracycline selama 45 hari agar organisme penyebab penyakit ini bisa dimatikan.


Pneumonia Virus


Pneumonia Virus adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus.

PENYEBAB
Pneumonia merupakan suatu penyakit umum yang serius, yang setiap tahunnya menyerang 1 dari 100 penduduk.
# Pneumonia virus bisa disebabkan oleh: Virus sinsisial pernafasan
# Hantavirus
# Virus influenza
# Virus parainfluenza
# Adenovirus
# Rhinovirus
# Virus herpes simpleks
# Sitomegalovirus.

Pada bayi dan anak-anak penyebab yang paling sering adalah:
- virus sinsisial pernafasan
- adenovirus
- virus parainfluenza dan
- virus influenza.
Virus campak juga dapat menyebabkan pneumonia, terutama pada anak yang mengalami kekurangan gizi.

Pada orang dewasa yang sehat, penyebabnya adalah 2 jenis virus influenza, yaitu virus influenza tipe A dan tipe B.
Pneumonia pada orang dewasa juga bisa disebabkan oleh virus cacar air.

Pada usia lanjut, pneumonia virus biasanya disebabkan oleh virus parainfluenza, influenza arau virus sinsisial pernafasan.
Sitomegalovirus atau virus herpes simpleks bisa menyebabkan pneumonia yang berat pada penderita gangguan sistem kekebalan.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- batuk
- sakit kepala
- kekakuan dan nyeri otot
- sesak nafas
- demam
- menggigil
- berkeringat
- lelah.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- kulit yang lembab
- mual dan muntah
- kekakuan sendi.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan jika tidak ditemukan bakteri di dalam biakan dahak, (karena sulit untuk mengisolasi virus dalam suatu biakan).
# Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan: Fiksasi komplemen
# Rontgen dada
# Biopsi paru terbuka (hanya dilakukan pada penyakit yang sangat serius, jika diagnosis tidak dapat ditegakkan dengan pemeriksaan lainnya).

PENGOBATAN
Tujuan pengobatan adalah memberikan terapi suportif, karena infeksi virus tidak akan memberikan respon terhadap antibiotik.
Terapi suportif terdiri dari:
- udara yang lembab
- tambahan asupan cairan
- tambahan oksigen.
Untuk mencegah dehidrasi, mungkin penderita anak-anak dan lanjut usia perlu menjalani perawatan di rumah sakit.

Kadang diberikan obat antivirus (misalnya ribavirin atau amantadin, untuk virus influenza tipe A), terutama pada bayi dan anak-anak.
Untuk pneumonia karena virus herpes dan cacar air bisa diberikan acyclovir.

Beberapa penderita akan mengalami pemulihan dalam waktu 2 minggu, tanpa meninggalkan gejala sisa.
Akibat yang fatal mungkin akan ditemukan pada:
- penderita lanjut usia
- penderita gangguan sistem kekebalan
- bayi yang menderita kelainan jantung bawaan.

PENCEGAHAN
Lanjut usia, pekerja kesehatan dan penderita penyakit menahun (misalnya emfisema, penyakit jantung dan penyakit ginjal), dianjurkan untuk menjalani vaksinasi influenza sekali setiap tahun.
 
 

Pneumonia Jamur


Pneumonia Jamur adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh jamur.

Kebanyakan mereka yang terinfeksi hanya akan mengalami gejala yang ringan dan tidak menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi.
Beberapa akan menderita penyakit yang berat.

PENYEBAB
Ada 3 (tiga) jenis jamur yang sering menyebabkan pneumonia:

1. Histoplasma capsulatum, menyebabkan histoplasmosis
2. Coccidioides immitis, menyebabkan koksidiomikosis
3. Blastomyces dermatitidis, menyebabkan blastomikosis.

# Infeksi jamur yang lainnya terjadi terutama pada penderita gangguan sistem kekebalan. Infeksi ini meliputi: Kriptokokosis yang disebabkan oleh Cryptococcus neoformans
Kriptokokosis paling sering ditemukan, bisa terjadi pada orang yang sehat tapi biasanya akan bersifat berat bila menimpa penderita gangguan sistem kekebalan seperti AIDS.
Kriptokokosis bisa menyebar, terutama ke meningens (selaput otak), yang akan menyebabkan meningitis kriptokokus.
# Aspergilosis yang disebabkan oleh Aspergillus
Aspergillus menyebabkan infeksi paru-paru pada penderita AIDS atau seseorang yang menjalani pencangkokan organ.
# Kandidiasis yang disebabkan oleh Candida
Infeksi yang jarang, yaitu kandidiasis paru, sering terjadi pada seseorang dengan jumlah sel darah putih yang rendah, seperti pada penderita leukemia yang menjalani kemoterapi.
# Mukormikosis
Mukormikosis adalah infeksi jamur yang jarang terjadi, yang sering menyerang penderita diabetes berat atau leukemia.

Keempat penyakit tersebut terjadi di seluruh dunia dan diobati dengan obat anti-jamur, seperti itrakonazol, flukonazol dan amfoterisin B. Tetapi penderita AIDS dan gangguan sistem kekebalan tidak akan sembuh.

GEJALA

HISTOPLASMOSIS

Terjadi di seluruh dunia, tetapi lebih sering di sungai-sungai dengan suhu dan iklim tropis.
Setelah terhirup, pada sebagian besar orang, jamur tidak menimbulkan gejala. Bahkan kebanyakan baru mengetahui bahwa mereka terinfeksi setelah dilakukan pemeriksaan kulit.

Yang lainnya akan menderita batuk, demam, nyeri sendi, dan nyeri dada.
Infeksi dapat menyebabkan pneumonia akut atau berkembang menjadi pneumonia kronis (menahun), dengan gejala yang menetap selama berbulan-bulan.

Kadang infeksi menyebar ke bagian tubuh lain,terutama sumsum tulang, hati, limpa dan saluran pencernaan.
Bentuk disseminata (yang menyebar) dari penyakit ini cenderung terjadi pada penderita AIDS dan penderita gangguan sistem kekebalan.

Biasanya diagnosis ditegakkan dengan ditemukannya jamur pada dahak atau dengan melakukan pemeriksaan darah untuk menemukan antibodi.
Pengobatan umumnya terdiri dari obat anti jamur, seperti itrakonazol atau amfoterisin B.

KOKSIDIOIDOMIKOSIS

Secara primer terjadi pada daerah iklim setengah-gurun, terutama Amerika Serikat barat daya dan beberapa tempat di Amerika Selatan dan Amerika Serikat.
Setelah terhirup, jamur mungkin tidak menimbulkan gejala atau menyebabkan pneumonia akut maupun kronis. Pada beberapa kasus, infeksi menyebar ke tempat lain selain sistem pernafasan, yaitu ke kulit, tulang, sendi dan selaput otak (meningen).

Komplikasi lebih sering terjadi pada pria, terutama orang Filipina dan orang kulit hitam, penderita AIDS dan penderita gangguan sistem kekebalan lainnya.

Diagnosis ditegakkan dengan ditemukkannya jamur pada contoh dahak atau contoh dari tempat lain yang terinfeksi atau dengan melakukan pemeriksaan darah untuk menemukan antibodi.
Pengobatan terdiri dari pemberian obat anti jamur seperti itrakonazol atau amfoterisin B.

BLASTOMIKOSIS

Terjadi terutama di daerah tenggara, selatan dan barat tengah Amerika Serikat dan di daerah sekita Danau Great.
Setelah terhirup, jamur menyebabkan infeksi primer pada paru-paru tapi biasanya tidak menimbulkan gejala. Beberapa penderita akan merasakan sakit seperti flu.

Kadang-kadang gejala infeksi kronis paru-paru berlangsung selama berberapa bulan.
Penyakit dapat menyebar ke organ tubuh lain terutama kulit, tulang, sendi dan kelenjar prostat.

Biasanya diagnosis ditegakkan dengan ditemukannya jamur pada dahak.
Pengobatannya berupa pemberian obat anti jamur seperti itrakonazol atau amfoterisin B.
 
 

Pneumonia Pneumokistik (Pneumokistosis)


Pneumonia Pneumokistik (Pneumokistosis) adalah suatu infeksi paru-paru akibat jamur yang bernama Pneumocystis carinii.

PENYEBAB
Pneumocystis carinii adalah organisme yang biasa hidup di paru-paru normal dan tidak menimbulkan gejala.
Tetapi pada orang-orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan akibat kanker, HIV/AIDS, pencangkokan sumsum tulang maupun organ padat dan pada orang-orang yang menggunakan kortikosteroid dalam jangka panjang atau obat-obatan lainnya yang mempengaruhi sistem kekebalan, jamur tersebut bisa menyebabkan terjadinya infeksi paru-paru.

Lebih dari 80% penderita AIDS yang tidak mendapatkan pengobatan pencegahan standar, suatu saat akan menderita penyakit ini.
Pneumokistosis seringkali merupakan tanda pertama yang menunjukkan bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

Pada penderita AIDS, pneumokistosis biasanya memiliki perjalanan penyakit yang lebih lambat, yaitu batuk, demam dan sesak nafas selama berminggu-minggu. Sedangkan pada non-penderita AIDS, perjalanan penyakit ini biasanya lebih singkat dan sifatnya lebih akut.

GEJALA
Kebanyakan penderita akan merasakan demam, sesak nafas dan batuk kering.
Paru-paru tidak dapat menyalurkan oksigen dalam jumlah yang memadai ke dalam darah sehingga timbul sesak nafas yang berat. Sesak terutama timbul setelah penderita melakukan aktivitas.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap dahak yang diperoleh melalui salah satu dari kedua cara berikut:
- Induksi dahak (menggunakan air atau uap air untuk merangsang batuk)
- Bronkoskopi (memasukkan sebuah alat ke dalam saluran pernafasan untuk mengambil dahak).

# Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dillakukan: Rontgen dada
# Biopsi paru-paru (jarang dilakukan)
# Analis gas darah (bisa menunjukkan adanya penurunan kadar oksigen dalam darah).

PENGOBATAN
Antibiotik yang biasa digunakan adalah trimethoprim-sulfametoxazole, yang bisa diberikan per-oral (melalui mulut) maupun melalui infus, tergantung kepada beratnya penyakit.
Efek samping berupa kemerahan, berkurangnya jumlah sel darah putih dan demam, biasanya ditemukan pada penderita AIDS.

Pengobatan pilihan lainnya adalah:
- dapson dan trimethoprim
- clindamycin dan primakuin
- trimetrexat dan leukovorin
- atovakuon
- pentamidin.

Corticosteroid bisa diberikan kepada penderita yang memiliki kadar oksigen yang rendah.

Meskipun diobati, angka kematian mencapai 10-30%.
Penderita AIDS yang telah berhasil diobati, biasanya mendapatkan pengobatan seperti trimethoprim-sulfametoxazole atau pentamidin aerosol, untuk mencegah terjadinya kembali penyakit ini.

PENCEGAHAN
Kepada penderita AIDS, pengguna kortikosteroid dosis tinggi jangka panjang dan kepada orang-orang yang pernah menderita pneumokistosis, dianjurkan untuk menjalani terapi profilaksis (pencegahan).
Yang paling efektif adalah trimethoprim-sulfametoxazole, tetapi bisa juga diberikan dapson, atovakuon atau pentamidin.
 
 

Pneumonia Aspirasi (Aspiration pneumonia)


Pneumonia Aspirasi (Aspiration pneumonia) adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh terhirupnya bahan-bahan ke dalam saluran pernafasan.

PENYEBAB
Partikel kecil dari mulut sering masuk ke dalam saluran pernafasan, tetapi biasanya sebelum masuk ke dalam paru-paru, akan dikeluarkan oleh mekanisme pertahanan normal atau menyebabkan peradangan maupun infeksi. Jika partikel tersebut tidak dapat dikeluarkan, bisa menyebabkan pneumonia.

Orang yang lemah, keracunan alkohol atau obat atau dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh obat bius atau karena kondisi kesehatannya, memiliki resiko untuk menderita pneumonia jenis ini. Bahkan orang normal yang menghirup sejumlah besar bahan makanan yang dimuntahkannya, , bisa menderita pneumonia aspirasi.

GEJALA
PNEUMONITIS KIMIA

Pneumonitis kimia terjadi bila zat yang terhirup bersifat racun terhadap paru-paru, dan masalah yang akan timbul lebih bersifat iritasi daripada infeksi. Zat yang terhirup biasanya adalah asam lambung.

Yang terjadi dengan segera adalah sesak nafas dan peningkatan denyut jantung.
Gejala lainnya berupa demam, dahak kemerahan dan kulit yang kebiruan karena darah yang kurang teroksigenisasi (sianosis).

Untuk menegakkan diagnosis dilakukan foto dada serta pengukuran konsentrasi oksigen dan karbondioksida dalam darah arteri.

Pengobatan terdiri dari terapi oksigen dan jika perlu bisa diberikan ventilator mekanis.
Bisa dilakukan pengisapan trakea untuk membersihkan saluran pernafasan dan mengeluarkan benda yang terhirup.
Untuk mencegah infeksi, kadang-kadang diberikan antibiotik.

Biasanya penderita pneumonitis kimia bisa segera sembuh atau akan semakin memburuk menjadi suatu sindroma gawat pernafasan akut atau menjadi suatu infeksi bakteri.
Sekitar 30-50 % pernderita meninggal.


ASPIRASI BAKTERI

Aspirasi bakteri adalah bentuk pneumonia aspirasi yang paling sering terjadi. Hal ini biasanya terjadi karena bakteri tertelan dan masuk ke dalam paru-paru.


OBSTRUKSI MEKANIK

Penyumbatan mekanik saluran pernafasan bisa disebabkan oleh terhirupnya partikel atau benda asing. Anak kecil beresiko tinggi karena sering memasukkan benda ke dalam mulutnya dan menelan mainan kecil atau bagian-bagian dari mainan.
Obstruksi juga dapat terjadi pada orang dewasa, terutama jika daging terhirup pada saat makan.

Jika benda menyumbat trakea, pasien tidak dapat bernafas atau bicara.
Jika benda tersebut tidak dikeluarkan dengan segera penderita akan segera meninggal.

Dilakukan Manuver Heimlich, untuk mengeluarkan benda asing dan tindakan ini biasanya dapat menyelamatkan nyawa penderita.
Jika benda asing tertahan di bagian yang lebih bawah dari saluran pernafasan, bisa terjadi batuk iritatif menahun dan infeksi yang berulang.

Benda asing biasanya dikeluarkan dengan bronkoskopi (alat dimasukkan melalui saluran pernafasan dan benda asing dikeluarkan).
 
 

Pneumonia Pneumokokus

Pneumonia Pneumokokus adalah suatu infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus.

PENYEBAB
Streptococcus pneumoniae (pneumokokus).
Pneumonia pneumokokus biasanya terjadi setelah suatu infeksi virus pada saluran pernafasan (demam, nyeri tenggorokan atau influenza) menyebabkan kerusakan pada paru-paru sehingga memungkinkan pneumokokus menginfeksi daerah ini.

Streptococcus pneumoniae

GEJALA
Gejalanya bisa berupa:
- menggigil dan gemetar diikuti demam
- batuk berdahak dengan dahak yang sering berwarna seperti karat (berasal dari darah)
- sesak nafas
- nyeri dada pada daerah yang terkena ketika menarik nafas
- mual, muntah
- letih
- nyeri sendi.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Pneumonia pneumokokus bisa diobati dengan beberapa antibiotik, seperti penicillin.
Penderita yang alergi terhadap penicillin bisa menggunakan erythromycin atau antibiotik lainnya.
Pneumokokus yang resisten terhadap penicillin bisa diobati dengan obat lain.

PENCEGAHAN
Bisa diberikan vaksiniasi yang melindungi sampai 70% penderita infeksi pneumokokus yang serius.
Vaksinasi dianjurkan untuk diberikan kepada orang-orang dengan resiko tinggi seperti:
- penderita penyakit jantung atau paru-paru, gangguan sistem kekebalan maupun diabetes
- usia diatas 65 tahun.
Perlindungan vaksinasi biasanya berlangsung seumur hidup, walaupun kadang setelah 5-10 tahun dilakukan vaksinasi ulang pada orang-orang yang memiliki resiko tinggi .
Sekitar 30 menit sesudahnya, di tempat vaksinasi akan timbul kemerahan dan nyeri. Hanya 1% yang mengalami demam dan nyeri otot setelah vaksinasi. Bahkan hanya sedikit sekali yang mengalami reaksi alergi berat.
 
 
 

Sindroma Gawat Pernafasan Akut


Sindroma Gawat Pernafasan Akut
Kegagalan Pernafasan

Sindroma Gawat Pernafasan Akut

Sindroma Gawat Pernafasan Akut (Sindroma Gawat Pernafasan Dewasa) adalah suatu jenis kegagalan paru-paru dengan berbagai kelainan yang berbeda, yang menyebabkan terjadinya pengumpulan cairan di paru-paru (edema paru).

Sindroma gawat pernafasan akut merupakan kedaruratan medis yang dapat terjadi pada orang yang sebelumnya mempunyai paru-paru yang normal.
Walaupun sering disebut sindroma gawat pernafasan akut dewasa, keadaan ini dapat juga terjadi pada anak-anak.

PENYEBAB
# Penyebabnya bisa penyakit apapun, yang secara langsung ataupun tidak langsung melukai paru-paru: Infeksi berat dan luas (sepsis)
# Pneumonia
# Tekanan darah yang sangat rendah (syok)
# Terhirupnya makanan ke dalam paru (menghirup muntahan dari lambung)
# Beberapa transfusi darah
# Kerusakan paru-paru karena menghirup oksigen konsentrasi tinggi
# Emboli paru
# Cedera pada dada
# Luka bakar hebat
# Tenggelam
# Operasi bypass kardiopulmoner
# Peradangan pankreas (pankreatitis)
# Overdosis obat seperti heroin, metadon, propoksifen atau aspirin
# Trauma hebat
# Transfusi darah (terutama dalam jumlah yang sangat banyak).

Gejala biasanya muncul dalam waktu 24-48 jam setelah terjadinya penyakit atau cedera.
SGPA seringkali terjadi bersamaan dengan kegagalan organ lainnya, seperti hati atau ginjal.

Salah satu faktor resiko dari SGPA adalah merokok sigaret.
Angka kejadian SGPA adalah sekitar 14 diantara 100.000 orang/tahun.

GEJALA
Sindroma gawat pernafasan akut terjadi dalam waktu 24-48 jam setelah kelainan dasarnya.
Mula-mula penderita akan merasakan sesak nafas, bisanya berupa pernafasan yang cepat dan dangkal.

Karena rendahnya kadar oksigen dalam darah, kulit terlihat pucat atau biru, dan organ lain seperti jantung dan otak akan mengalami kelainan fungsi.

Hilangnya oksigen karena sindroma ini dapat menyebabkan komplikasi dari organ lain segera setelah sindroma terjadi atau beberapa hari/minggu kemudian bila keadaan penderita tidak membaik.
Kehilangan oksigen yang berlangsung lama bisa menyebabkan komplikasi serius seperti gagal ginjal.
Tanpa pengobatan yang tepat, 90% kasus berakhir dengan kematian. Bila pengobatan yang diberikan sesuai, 50% penderita akan selamat.

Karena penderita kurang mampu melawan infeksi, mereka biasanya menderita pneumonia bakterial dalam perjalanan penyakitnya.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- cemas, merasa ajalnya hampir tiba
- tekanan darah rendah atau syok (tekanan darah rendah disertai oleh kegagalan organ lain)
- penderita seringkali tidak mampu mengeluhkan gejalanya karena tampak sangat sakit.

DIAGNOSA
Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, terdengar bunyi pernafasan abnormal (seperti ronki atau wheezing). Tekanan darah seringkali rendah dan kulit, bibir serta kuku penderita tampak kebiruan (sianosis, karena kekurangan oksigen).

# Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis SGPA: Rontgen dada (menunjukkan adanya penimbunan cairan di tempat yang seharusnya terisi udara)
# Gas darah arteri
# Hitung jenis darah dan kimia darah
# Bronkoskopi.

PENGOBATAN
Penderita sindroma gawat pernafasan akut dirawat di unit perawatan intensif.
Terapi oksigen sangat penting untuk mengoreksi kadar oksigen darah, seringkali diberikan oksigen dalam konsentrasi tinggi (mungkin diperlukan oksigen 100%).

Bila pemberian oksigen dengan sungkup muka tidak berhasil mengatasi masalah, perlu digunakan alat bantu pernafasan (ventilator).
Ventilator menyalurkan oksigen dengan menggunakan tekanan melalui pipa yang dimasukkan ke hidung, mulut atau trakea; tekanan ini membantu memasukkan oksigen ke dalam darah.
Tekanan yang diberikan dapat disesuaikan untuk membantu tetap terbukanya saluran napas yang kecil dan alveoli, dan untuk memastikan agar paru-paru tidak menerima konsentrasi yang berlebihan karena konsentrasi yang berlebihan dapat merusak paru-paru dan memperberat sindroma ini.

Pengobatan suportif lainnya seperti pemberian cairan atau makanan intravena (melalui infus) juga penting karena dapat terjadi dehidrasi atau malnutrisi yang bisa menyebabkan berhentinya fungsi organ tubuh (keadaan yang disebut sebagai kegagalan organ multipel).

Obat-obatan khusus diberikan untuk mengobati infeksi, mengurangi peradangan dan membuang cairan dari dalam paru-paru.
Misalnya pada infeksi diberikan antibiotik.

PROGNOSIS

Angka kematian melebihi 40%.
Penderita yang bereaksi baik terhadap pengobatan, biasanya akan sembuh total, dengan atau tanpa kelainan paru-paru jangka panjang.

Pada penderita yang menjalani terapi ventilator dalam waktu yang lama, cenderung akan terbentuk jaringan parut di paru-parunya. Jaringan parut tertentu membaik beberapa bulan setelah ventilator dilepas.


Kegagalan Pernafasan


Kegagalan pernafasan (gagal paru-paru) adalah keadaan dimana kadar oksigen di dalam darah menjadi rendah membahayakan atau kadar karbon dioksida menjadi tinggi membahayakan.

* Keadaan yang menghalangi saluran udara, kerusakan jaringan paru-paru, otot yang lemah yang mengendalikan pernafasan, atau penurunan garirah untuk bernafas bisa menyebabkan gagal paru-paru.
* Orang kemungkinan bernafas sangat pendek, memiliki warna kulit kebiru-biruan, dan bingung atau mengantuk.
* Dokter menggunakan tes darah untuk mendeteksi kadar rendah pada oksigen atau kadar tinggi pada karbon dioksida di dalam darah.
* Oksigen diberikan.
* Kadangkala orang membutuhkan pertolongan untuk bernafas sampai masalah yang mendasar bisa diobati.

Kegagalan pernafasan adalah darurat medis yang bisa diakibatkan dari terlalu lama, menjalani penyakit paru-paru yang memburuk atau dari penyakit paru-paru berat yang terjadi secara tiba-tiba, seperti sindrom pernafasan akut yang mengganggu, yang tidak terjadi pada orang sehat.

PENYEBAB

Kebanyakan berbagai kondisi yang mempengaruhi pernafasan atau paru-paru bisa menyebabkan kegagalan pernafasan. Gangguan tertentu, seperti hypothyroidism atau sleep apnea, bisa mengurangi reflek kesadaran yang menuntun orang untuk bernafas. Overdosis opioid atau alkohol juga bisa menurunkan gerakan pernafasan karena menyebabkan sedasi berat. Halangan pada jalur pernfasan, luka pada jaringan paru-paru, kerusakan tulang dan jaringan sekitar paru-paru, dan kelemahan otot yang secara normal memompa paru-paru juga menjadi penyebab umum. Kegagalan pernafasan terjadi jika aliran darah melalui paru-paru menjadi abnormal, seperti yang terjadi pada emboli pulmonary ( pulmonary embolism . Gangguan ini tidak menghentikan udara yang bergerak keluar masuk ke paru-paru, tetapi tanpa aliran darah yang menjadi bagian paru-paru, oksigen tidak diekstraks secara tepat dari udara.

Apa penyebab kegagalan pernafasan ?
Masalah yang mendasari
Penyebab
Gangguan saluran pernafasan
Penyakit paru-paru kronis bersifat menghalangi, kista fibrosis, bronchiolitis, benda asing yang terhirup.
Pernafasan yang buruk (penurunan gerakan nafas)
Kegemukan, sleep apnea, hypothyroidism, obat atau keracunana alkohol.
Otot lemah
Myasthenia gravis, muscular dystrophy, polio, sindrom Guillain-Barré, polymyositis, stroke tertentu, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), luka tulang belakang.
Kelainan pada jaringan paru-paru
Sindrom pernafasan akut yang mengganggu (ARDS, Acute respiratory distress syndrome), pneumonia, edema paru-paru (cairan berlebihan pada paru-paru) dari gagal jantung atau gagal ginjal, reaksi obat, fibrosis paru-paru, penyebaran tumor, radiasi, sarcoidosis, luka bakar.
Kelainan pada dinding dada
Scoliosis, luka dada, kegemukan yang ekstrim, kelainan bentuk yang diakibatkan dari operasi dada.


GEJALA

Kadar oksigen rendah di dalam darah bisa menyebabkan nafas yang pendek dan mengakibatkan warna kebiruan pada kulit (cyanosis). Kadar oksigen rendah, kadar karbon dioksida tinggi, dan peningkatan asam pada darah menyebabkan pening dan tertidur, jika perjalanan untuk bernafas adalah normal, tubuh berusaha untuk membersihkan sendiri karbondioksida dengan pernafasan dalam, cepat. Jika paru-paru tidak berfungsi dengan normal, meskipun begitu, pola pernafasan ini tidak bisa membantu. Segera, kerusakan otak dan jantung, mengakibatkan rasa kantuk (kadangkala langsung menjadi tidak sadar) dan kelainan ritme jantung (aritmia), keduanya bisa menyebabkan kematian.

Beberapa gejala-gejala pada kegagalan pernafasan bermacam-macam penyebabnya. Seorang anak dengan gangguan saluran pernafasan yang berhubungan dengan tersedak (aspirasi) benda asing (seperti koin atau mainan) bisa secara tiba-tiba megap-megap dan berjuang untuk bernafas. Orang dengan sindrom gangguan pernafasan akut bisa bernafas pendek yang berat lebih dari periode sejam. Kadangkala orang yang mabuk atau lemah bisa benar-benar menjadi koma.

DIAGNOSA

Dokter bisa menduga kegagalan pernafasan karena temuan pada gejala-gejala dan pemeriksaan fisik . Tes darah dilakukan pada contoh yang diambil dari arteri memastikan diagnosa ketika menunjukkan kadar oksigen rendah yang berbahaya atau kadar karbon dioksida tinggi yang membahayakan. Sinar X dada dan tes lain dilakukan untuk memastikan penyebab kegagalan pernafasan.

PENGOBATAN

Orang dengan kegagalan pernafasan diobati di ruang perawatan intensif. Oksigen diberikan pada mulanya, biasanya dalam jumlah yang besar lebih dari kebutuhan, tetapi jumlah oksigen bisa disesuaikan kemudian waktu. Kadangkala, pada orang yang kadar karbon dioksidanya tetap tinggi untuk beberapa waktu, kelebihan oksigen bisa memperlambat gerakan udara ke dalam dan keluar (ventilasi) pada paru-paru dan peningkatan lebih lanjut pada kadar karbon dioksida yang berbahaya. Pada beberapa orang, dosis oksigen perlu untuk lebih diatur dengan hati-hati.

Gangguan yang mendasari menyebabkan kegagalan pernafasan harus juga diobati. Misal, antibiotik digunakan untuk melawan infeksi bakteri, dan bronchodilator digunakan pada orang yang menderita asma untuk membuka saluran pernafasan. Obat-obatan lain kemungkinan diberikan, misal, untuk mengurangi peradangan atau untuk mengobati gumpalan darah. ventilasi mekanik diperlukan sampai kegagalan pernafasan cepat terpecahkan.